Materi Khotbah Minggu, 7 Juni 2026

Iman yang Memindahkan Gunung

Pengkhotbah: Pdt. Samuel Budi

Iman yang Memindahkan Gunung

Rhema Khotbah

"Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."

Matius 17:20

Shalom, saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan.


Setiap orang pasti pernah menghadapi "gunung" dalam kehidupannya. Gunung itu bisa berupa masalah keluarga, kesulitan ekonomi, penyakit, kegagalan, ketakutan, atau pergumulan yang terasa mustahil untuk diatasi. Ketika kita memandang gunung tersebut dengan kekuatan sendiri, kita akan merasa lemah dan kehilangan harapan. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh besarnya masalah, melainkan oleh kepada siapa kita menaruh iman.

Dalam Matius 17:20, Yesus berkata:


"Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."


Perhatikan bahwa Yesus tidak mengatakan kita harus memiliki iman yang besar seperti gunung. Sebaliknya, Yesus menggunakan contoh biji sesawi, salah satu biji yang sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa yang terutama bukanlah ukuran iman kita, melainkan kepada siapa iman itu kita arahkan. Iman yang kecil tetapi sungguh-sungguh percaya kepada Allah yang Mahabesar mampu menghasilkan perkara-perkara yang luar biasa.

Sering kali kita menunggu keadaan berubah baru kita percaya. Namun firman Tuhan mengajarkan sebaliknya: percayalah terlebih dahulu, maka kita akan melihat bagaimana Tuhan bekerja. Iman membuat kita tetap melangkah sekalipun jalan di depan belum terlihat dengan jelas.


Memiliki iman bukan berarti hidup tanpa masalah. Orang yang beriman tetap menghadapi tantangan, tetapi mereka memilih untuk tetap percaya bahwa Tuhan menyertai setiap langkahnya. Ketika badai datang, iman menjadi jangkar yang menjaga hati tetap teguh.


Iman juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kita terus berdoa, bekerja dengan tekun, hidup dalam ketaatan, mengampuni sesama, dan tidak menyerah. Tuhan sering kali bekerja melalui langkah-langkah kecil yang kita lakukan dengan penuh kepercayaan kepada-Nya.


Jika hari ini Saudara sedang menghadapi "gunung" yang terasa terlalu besar, jangan kehilangan pengharapan. Tidak ada masalah yang lebih besar daripada kuasa Tuhan. Percayalah bahwa Dia sanggup membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tetaplah setia, terus berdoa, dan pegang janji-Nya.


Kiranya firman Tuhan hari ini menguatkan setiap hati. Apa yang tampak mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Marilah kita memiliki iman yang hidup, iman yang bertumbuh, dan iman yang terus berharap kepada Tuhan, sebab bersama-Nya tidak ada yang mustahil.

###
Bagikan Khotbah Ini